Senin, 19 Maret 2012

Taman Getsemani Tempat Pergumulan

Bagi orang percaya salib Kristus mempunyai makna yang istimewa betul. Dari satu segi salib Kristus melambangkan penderitaanNya dan kematianNya. Tetapi dari sudut yang lain salib Kristus melambangkan kemenangan Kristus atas maut dan semua kuasa gelap. Kemenangan Tuhan Yesus di atas kayu salib disoroti oleh Rasul Paulus pada Kolose 2:13-15.

Kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib merupakan kemenanganNya karena Dia taat kepada kehendak Allah dan bergumul dalam doa sebelum disalibkan. Pergumulan Tuhan Yesus di taman Getsemani dicantumkan Rasul Lukas pada Lukas 22:39-46. Ada beberapa hal yang dapat kita renungkan dari perikop ini secara khusus dalam rangka memperingati makna dari minggu-minggu sengsara Tuhan Yesus.

Ayat 39 menyatakan, "Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun". Hal ini berarti Tuhan Yesus sering pergi ke Bukit Zaitun untuk berdoa. Kali ini Tuhan Yesus ingin supaya ditemani oleh mruid-muridNya sementara Dia bergumul dalam doa.

Dari ayat 42 menjadi jelas bahwa Tuhan Yesus mau dan bersedia menjalankan kehendak Tuhan meskipun hal itu berarti Dia harus minum cawan pahit. Pada saat yang sangat menentukan bagi pelayananNya maka Tuhan Yesus sungguh-sungguh bergumul dalam doa sampai diberi kekuatan dari malaikat (ayat 43).

Ayat 44 menyatakan, "Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. PeluhNya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah". Istilah "ketakutan" menterjemahkan kata dalam bahasa aslinya yang berarti "menderita sekali". Sebelum dipukul atau didera maka Tuhan Yesus sudah mengalami penderitaan waktu Dia bergumul dalam doa di taman Getsemani. Justru karena Dia mengerti konsekwensinya apabila Dia menjalankan kehendak Allah. Jalan ke salib merupakan jalan penuh dengan penderitaan. Tetapi tidak ada jalan lain untuk melepaskan manusia dari belenggu-belenggu dosa.

Karena Tuhan Yesus bergumul dalam doa di taman Getsemani maka penulis surat Ibrani dapat menyatakan bahwa Tuhan Yesus mengarahkan diri untuk melakukan kehendak Tuhan, "dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia" (Ibrani 12:2). Semoga minggu-minggu ini menjelang Paskah dapat kita manfaatkan untuk merenungkan lebih dalam lagi penderitaan Tuhan Yeus bagi kita sekalian.

0 komentar:

Poskan Komentar

silahkan komentarnya sebelum pergi